TUGAS III PISI

E-MARKETPLACE DAN LANGKAH PENTING  MEMBANGUN STARTUP BIDANG JASA E-MARKETPLACE

(Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

Pengembangan dan Implementasi Sistem Informasi)

Screenshot_18

Dosen Pembimbing :

Endang Kurniawan, S.Kom., M.M., CEH, CHFI, CIPM.

Oleh :

Miftahur Rohmah (4114080)

PRODI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM JOMBANG

TAHUN AKADEMIK 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul “E-Marketplace dan Langkah Penting Membangun Startup Bidang Jasa E-Marketplace” ini dapat terselesaikan dengan baik guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan dan Implementasi Sistem Informasi. Sholawat serta salam tak lupa tercurahkan kepada Rasulullah SAW, yang mana sangat kita nantikan syafa’atnya di hari akhir nanti.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Terutama kepada dosen pembimbing mata kuliah Pengembangan dan Implementasi Sistem Informasi yakni bapak Endang Kurniawan, S.Kom., M.M., CEH, CHFI, CIPM.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu kritik yang konstruktif dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

 

                                                                             Jombang, 10 Mei 2016

Penulis

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Dewasa ini perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sangat pesat memberikan banyak kemudahan pada berbagai aspek kegiatan (Rahadi, 2007). Hal itu dikarenakan baik device maupun layanan internet sudah dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat (APJII, 2015). Adapun kemudahan dari penerapan TI yang dapat dirasakan oleh masyarakat diantaranya, yaitu: 1) Bidang jasa, pemesanan tiket pesawat di Traveloka, 2) Bidang pemerintahan, pendaftaran seleksi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui PANSELNAS, 3) Bidang hiburan, berbagi file musik melalui SoundCloud, 4) Bidang sosial, komunikasi melalui sosial media, dan 5) Bidang pendidikan, memberikan informasi melalui web portal oleh lembaga pendidikan, yang semua itu dapat dilakukan secara online. 6) Bidang perdagangan, jual beli di OLX

Hal tersebut didukung dengan hasil survey yang diterbitkan oleh APJII pada tahun 2014, di mana tren para pengguna internet di Indonesia saat ini, 3 terbesar diantaranya adalah di bidang perdagangan (31,5%), bidang jasa (26,1%), dan bidang pendidikan (8,3%) (APJII, 2014). Dengan adanya survey tersebut maka bidang perdagangan di internet menduduki peringkat pertama yang berarti bahwa menjadi bidang perdagangan bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan. Perdagangan di internet ini dikenal dengan istilah e-commerce, yang selanjutnya dikenal pula dengan istilah e-marketplace yang merupakan bagian dari e-commerce.

 

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas didapati rumusan masalah :

  1. Apa pengertian dan konsep dari e-marketplace?
  2. Apa saja komponen dan tipe dari e-marketplace?
  3. Apa perbedaan e-marketplace dan e-commerce?
  4. Apa manfaat e-marketplace dalam bisnis perdagangan?
  5. Bagaimana langkah membangun start-up bidang jasa e-marketplace?

 

 

TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :

  1. Untuk mengetahui pengertian dan konsep dari e-marketplace?
  2. Untuk mengetahui komponen dan tipe dari e-marketplace?
  3. Untuk mengetahui perbedaan e-marketplace dan e-commerce?
  4. Untuk mengetahui apa saja manfaat e-marketplace dalam bisnis perdagangan?
  5. Untuk mengetahui bagaimana langkah membangun start-up bidang jasa e- marketplace?

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

DEFINISI E-MARKETPLACE

E-marketplace adalah sebuah pasar virtual dimana di dalamnya berkumpul para penjual dan pembeli yang menjalankan bisnisnya secara online. Sederhananya, e-marketplace adalah situs di internet (tentunya di internet) yang mempertemukan antara pembeli dan penjual.

Layanan yang ditawarkan oleh e-marketplace antara lain katalog elektronik yang menampilkan barang dan jasa, daftar direktori bisnis, dan lelang secara online. Salah satu contoh e-marketplce adalah website tokopedia.com, website ini menyediakan dua jenis anggota di dalamnya, yaitu penjual dan pembeli. Transaksi pembayaran menggunakan transfer antar bank, dimana pihak tokopedia.com bertindak sebagai penengahnya, sehingga transaksi jauh lebih aman

KONSEP E-MARKETPLACE

Secara konvensional, konsep marketplace bisa dianalogikan seperti pasar tradisional dimana banyak orang berkumpul di tempat tersebut untuk melakukan transaksi jual beli. Pihak penyedia marketplace bertindak sebagai fasilitator yang mewadahi pertemuan dan transaksi legal antara pihak penjual dan pihak pembeli.

Dengan menjalankan marketplace, kita tak perlu memusingkan pembagian keuntungan kotor yang harus diuraikan untuk membayar biaya tertentu. Pada marketplace, keuntungan yang kita diperoleh hanya dipotong untuk kepentingan biaya transaksi. Memulai bisnis online di marketplace menjadi salah satu solusi yang tepat bagi pebisnis online yang tidak memiliki dana yang memadai untuk menyimpan stok barang yang beraneka ragam.

 

EVOLUSI E-MARKETPLACE

Di dalam dunia maya, secara prinsip, e-Marketplace berkembang melalui empat tahapan evolusi berdasarkan konsep yang dikembangkan oleh Warran D. Raisch. Keempat tahapan evolusi tersebut masing-masing adalah :

Commodity Exchanges

Pada bentuk awal ini, e-Marketplace merupakan arena tempat bertemunya berbagai pihak atau entiti yang memilki tujuan utama untuk berdagang (transaksi jual-beli). Produk atau jasa yang paling cocok untuk diperdagangkan dalam e- Marketplace ini adalah yang bersifat komoditas. Alasannya adalah karena selain sesuai dengan karakteristik transaksi dagang yang cepat dan berjangka pendek, barang-barang komoditas ini mudah sekali ditentukan harganya sehingga tidak sulit jika dipertukarkan secara internasional (dengan memakai standar pembayaran semacam kartu kredit dan transfer bank). Disinilah terjadi tranparansi, dan mekanisme transparansi yang terjadi di e-Marketplace ini perlahan-lahan akan membentuk sebuah pasar perdagangan yang sangat efisien, yang terasa sulit dan membutuhkan waktu lama untuk terjadi di pasar konvensional.

Value Added Services

Perkembangan berikutnya dari e-Marketplace akan menuju kepada terbentuknya sebuah arena dimana terciptanya sebuah bentuk penawaran­penawaran baru terhadap sebuah metode jual-beli yang belum/sulit terjadi di pada pasar konvensional (value added services). Filosofi utama yang mendasari jenis perdagangan ini adalah suatu pandangan yang mengatakan bahwa setiap konsumen (atau calon pembeli) adalah unik, sehingga mereka sebenarnya mengharapkan untuk memperoleh atau dapat membeli produk atau jasa yang khusus sesuai dengan kebutuhan atau kesukaan masing-masing individu.

Knowledge Networks

Perkembangan berikutnya dari e-Marketplace adalah menuju ke sebuah komunitas yang berbasis pengetahuan (knowledge). Perusahaan adalah merupakan kumpulan dari sumber daya manusia dengan kompetensi dan keahlian yang beragam. Interaksi antara perusahaan dengan mitra bisnis, stakeholder (yang berkepentingan), dan konsumen merupakan tidak hanya merupakan sebuah komunikasi pasif belaka, namun di dalamnya terkandung aspek-aspek pengetahuan yang secara sadar atau tidak saling dipertukarkan.

Value Trust Networks

Akhirnya e-Marketplace akan berkembang ke sebuah jejaring yang merupakan pusat bertemunya berbagai individu, komunitas, institusi, perusahaan, bisnis, pemerintah, negara, dan entiti-entiti lain yang kehadirannya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Berbagai interaksi yang tidak efisien dan efektif lagi dilakukan di pasar konvensional akan segera beralih ke e-Marketplace. Komunitas manusia akan terbentuk di dunia maya berdasarkan kepentingannya masing-masing (workgroups). Tentu saja interaksi tersebut dapat terwujud jika jejaring e-Marketplace yang ada dapat dipercaya.

 

KOMPONEN-KOMPONEN E-MARKETPLACE

Komponen dari sebuah marketplace hampir sama dengan komponen pada pasar tradisional pada umumnya, yang paling penting agar terjadinya sebuah transaksi adalah dengan adanya calon penjual dan pembeli. Disini akan diuraikan beberapa komponen yang menunjang sebuah marketplace itu sendiri, yaitu:

  1. Pembeli

Pembeli berasal dari seluruh dunia. Jutaan orang di dunia ini yang membuka internet merupakan pembeli potensial atas barang dan jasa yang ditawarkan atau diiklankan di internet. Pembeli mencari perbandingan harga, barang sesuai pesanan, barang kolektor, entertainment, dan lain-lain. Mereka adalah pengemudi. Mereka bisa mencari informasi yang detail, membandingkan, menawar, dan terkadang bernegosiasi.

  1. Penjual

Jutaan penjual membuka toko di Web, iklan dan menawarkan barang yang sangat bervariasi.

  1. Barang dan jasa

Barang dan jasa di e-marketplace mempunyai tipe fisik dan digital. Digital produk ini adalah barang yang dibuah menjadi format digital dan di kirim melalui Internet.

  1. Infrastruktur

Network, hardware, software dan lainnya adalah infrastuktur yang harus disiapkan dalam menjalankan e-marketplaces.

  1. Front end

Penjual dan pembeli berhubungan dalam e-marketplace melalui sebuah front end. Front end ini berisi portal penjual, catalok elektronik, shopping chart, mesin pencari, atau mesin lelang

  1. Back end

Aktivitas yang berhubungan dengan pemesanan dan pemenuhan pemesanan, manajemen persediaan, pembelian dari pemasok, akuntansi dan financial, proses pembayaran, pengepakan, dan pengiriman dilakukan di back end.

  1. Intermediaries

Pihak ke tiga yang mengoperasikan antara penjual dan pembeli. Kebanyakan dioperasikan secara komputerisasi.

  1. Partner bisnis lainnya

Misalnya pengiriman, menggunakan internet untuk berkolaborasi, kebanyakan dengan rantai pemasok

  1. Jasa pendukung

Jasa sertifikasi, jasa keamanan biasanya masuk dalam jasa pendukung.

 

 

TIPE-TIPE E-MARKETPLACE

Ada 2 tipe e-marketplace, yaitu :

  1. Private e-marketplaces

Biasanya dimiliki oleh perusahaan perorangan. Sebuah perusahaan akan menjual produk baik secara customization atau standard. Misalnya : Cisco. Ini lebih mirip seperti sebuah B2C storefront. Bentuk ini sering disebut one to many, satu penjual ke banyak pembeli atau Sell Side e-marketplaces

Sedangkan jika sebuah perusahaan membeli dari banyak pemasok, tipe ini disebut many to one, banyak penjual ke satu pembeli atau Buy Side e-marketplaces. Misalnya Rafless Hotel membeli kebutuhan dari banyak pemasok

  1. Public e-marketplaces

Biasanya pasar B2B. Mereka dimiliki oleh pihak ketiga yang menjual atau membeli perusahaan (consortium) dan mereka melayani banyak penjual dan banyak pembeli. Pasar ini sering kita ketahui dengan sebutan exchange (misalnya stock exchange, Bursa Efek). Mereka mengumumkan ke public dan diatur oleh pemerintah atau pemilik exchange.

 

PERBEDAAN E-MARKETPLACE DAN E-COMMERCE

Dalam dunia industri web, marketplace adalah sebuah web e-commerce. Namun tidak semua situs e-commerce adalah marketplace. Ada perbedaan mendasar yang dapat kita pelajari untuk membedakan keduanya, berikut adalah garis besar perbedaan-perbedaannya.

Dari banyak perbedaan diatas, tidak dapat disimpulkan manakah yang lebih baik diantara keduanya. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Meskipun marketplace dihuni oleh banyak vendor, mereka tetap memberi ruang tiap-tiap vendor yang tergabung untuk mengelola katalog produk mereka seperti dapat dilakukan di website e-commerce.

 

 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-MARKETPLACE

Kelebihan E-Marketplace :

  1. Tempat Berkumpulnya Pembeli

Sebagai pasar, banyak pedagang yang menjajakan dagangannya di sana, demikian pula juga pasti banyak pembeli yang bersliweran. Ini merupakan keuntungan tersendiri bagi penjual, karena tidak perlu repot-repot mendatangkan pengunjung atau calon konsumen. Tinggal memanfaatkan dan memaksimalkan keberadaan mereka dengan baik.

  1. Banyak Pedagang, Bisa Tukar Informasi

Selain pembeli, keberadaan pedagang yang banyak juga bisa Anda manfaatkan dengan saling sharing. Bina hubungan baik dengan masing – masing pedagang agar bisa berbagi tentang apapun berkait dengan bisnis. Baik hambatan, rintangan atau apapun itu yang bermanfaat untuk bisnis Anda.

  1. Rekening Bersama Untuk Keamanan

Biasanya dalam menjaga keamanan dalam bertransaksi online, pihak marketplace akan menyediakan rekening bersama. Rekening bersama sangat bermanfaat baik bagi pembeli maupun pedagang. Keadaan yang lebih terjamin bisa membuat konsumen lebih nyaman dalam berbelanja.

  1. Promosi Gratis Dari Marketplace

Biasanya marketplace menawarkan banyak promosi untuk klien mereka. Ini sangat bermanfaat bagi Anda untuk lebih mengenalkan produk Anda ke konsumen. Lebih hemat karena promo dilakukan oleh pihak marketplace sendiri. Jadi jika Anda ingin memasuki sebuah marketplace, salah satu kriteria yang penting adalah seberapa besar promo yang dilakukan dari manajemen marketplace tersebut.

  1. Banyaknya Produk yang Tersedia

Banyaknya produk yang tersedia bisa membuat konsumen semakin tertarik karena bisa memilih berbagai macam jenis produk. Sehingga bisa membuat konsumen menjadi semakin betah berbelanja dalam marketplace. Tentu saja menjadikan peluang produk Anda terjual semakin besar.

Kekurangan E-Marketplace :

  1. Persaingan Terbuka Antar Penjual

Persaingan antara masing – masing penjual yang ada dalam sebuah marketplace bisa sangat merugikan jika tidak Anda manage dengan baik. Saling menjatuhkan dan bahkan saling serang secara langsung bisa saja terjadi. Perselisihan ini akan merugikan penjual sendiri. Namun jika masing – masing penjual bisa bersaing dengan sehat, tentu yang paling diuntungkan adalah pembeli.

  1. Iklan Dari Penjual Lain Sering Masuk

Dengan produk yang mungkin sama, iklan dari penjual yang tidak bertanggung jawab kadang sering masuk. Dan secara tidak langsung hal ini menjadi masalah bagi produk yang kita jual di marketplace. Tidak semuanya, namun kebanyakan penjual yang tak bertanggung jawab akan beriklan tanpa permisi. Dalama hal ini sebuah regulasi dari marketplace diharapkan perannya.

Tidak bisa dibiarkan saja ketika hal tersebut terjadi. Harus ada pihak yang bisa mengatur tentang bagaimana etika dalam beriklan di sebuah marketplace.

  1. Keberlangsungan Website yang Tidak Terjamin

Karena marketplace bukan penjual atau pembeli yang mengatur, maka jaminan masa depan dari sebuah marketplace tidak bisa kita tentukan. Keberlangsungan sebuah situs pun juga di luar dari kuasa kita. Jadi ketika Anda akan masuk pada sebuah marketplace, pilih yang benar – benar terpercaya dan memiliki potensi besar ke depannya.

  1. Fitur Searching Tidak Tertarget Pada Produk Kita Saja

Marketplace sebagai sebuah pasar bersama, tentu banyak penjual yang memiliki satu produk yang sama. Nah, dalam fitur searching yang ada dalam sebuah marketplace, tidaka akan mengarah pada produk kita saja namun produk yang sama dari penjual yang lain tentu akan muncul juga. Di sini jika produk kita tidak bisa bersaing dengan yang lain, maka tentu konsumen tidak akan pernah memilih produk kita. Karena konsumen akan diberi kebebasan memilih pada beberapa produk yang sama dari berbagai penjual.

 

CONTOH-CONTOH E-MARKETPLACE DI INDONESIA

Beberapa contoh marketplace terkenal di Indonesia adalah :

Bukalapak

BukaLapak

Tokopedia

Tokopedia

OLX Indonesia

OLX-Indonesia

Elevania

Elevenia

Qoo10 Indonesia

Qoo10-Indonesia

Blanja

BukaLapak

Zalora Indonesia

 

 Zalora-Indonesia

MANFAAT E-MARKETPLACE DALAM MENDUKUNG BISNIS

Situs e-marketplace sangatlah bermanfaat jika Anda ingin mulai menjalankan bisnis maupun Anda yang saat ini sudah memiliki bisnis. Berikut adalah beberapa manfaatnya :

Manfaat Secara Umum

  1. Lebih besarnya kesempatan bagi penjual dan pembeli untuk membentuk partnership baru.
  2. Lebih transparan dalam proses penjualan, baik dalam ketersediaan barang maupun harga barang.
  3. Dapat dihilangkannya masalah perbedaan jam kerja dalam perdagangan internasional.

Manfaat bagi pembeli

  1. Pembeli mendapatkan informasi harga dan ketersediaan barang yang terbaru sehingga memudahkan dalam melakukan transaksi pembelian.
  2. Adanya kemudahan dalam membandingkan harga dan barang yang ditawarkan, dimana hal ini menghemat waktu dan biaya pencarian barang.
  3. Pembeli merasa aman dalam melakukan transaksi karena melakukan transaksi dengan penjual yang juga anggota dari e-marketplace.

Manfaat bagi penjual

  1. Menambah media penyaluran penjualan barang ke pasar.
  2. Mengurangi biaya pemasaran secara signifikan.

 

LANGKAH PENTING MEMBANGUN STARTUP BIDANG JASA MARKETPLACE

  1. Menarget Permasalahan Spesifik dan Kejelasan Solusi

Berawal dari menarget permasalahan spesifik dan memberikan langkah-langkah yang jelas sebagai solusinya, maka bisa sebagai awal kesuksesan investasi sebuah startup bisnis. Situs marketplace didirikan berawal dari sebuah masalah sederhana yaitu mengenai “kesulitan sarana penjualan dan bisa dipercaya pembeli”. Berawal dari masalah itu, dibuatlah bagaimana solusi yang mampu menjawab atas masalahnya. Dalam hal ini, contoh dari situs Tokopedia dan Bukalapak bisa menjawab permasalahan para pelaku UKM online dengan menghadirkan situs jual-beli online yang profesional dan dipercaya.

  1. Mengandalkan Tim Ahli Pembuatan Website Marketplace

Kunci mengandalkan tim ahli pembuatan website marketplace adalah kualitas keahlian dan menyediakan pelayanan berkelanjutan. Karena investasi ini bukan investasi target jangka pendek, melainkan jangka panjang yang membutuhkan pengurusan berkelanjutan.

Ketika mengandalkan tim eksternal yakni dari jasa pembuatan website, pastikan bahwa mereka memiliki keahlian dalam pembuatan situs kumpulan toko online yang bisa beradaptasi dengan perkembangan pemrograman web terbaru. Sekarang ini pemrograman web lebih mendukung dalam web responsive atau mobile.

Pastikan juga mereka memberikan pelayanan lanjutan. Dalam segi keamanan, perubahan tampilan, dan sebagainya tentu tim eksternal sangat dibutuhkan untuk ke depannya.

  1. Memastikan Kepentingan Arus Kas Suatu Investasi Bisnis Jangka Panjang

Bagaimana perjalanan arus kas dari sebuah investasi bisnis di bidang pelayanan jual-beli online alias marketplace? Apakah akan bernasib seperti Berniaga.com yang gulung tikar? Ketika melihat antara Berniaga dan Olx, terlihat jelas bagaimana perbedaan arus kasnya. Berniaga yang konsen dengan layanan gratis, membuatnya gulung tikar. Sedangkan Olx (yang dulu bernama Tokobagus) dengan tetap konsisten memberikan pelayanan berbayar membuatnya tetap berjalan. Ini berawal dari sikap awal, berasal dari mana sumber arus kas yang akan dihasilkan sampai berjangka panjang.

Ketika membuat situs marketplace, harus menentukan sikap yang jelas dari mana sumber arus kasnya yang bisa membuat investasi bisnis berjangka panjang. Apakah akan memberikan layanan gratis namun berfokus jasa pemasangan iklan, memberi pelayanan gratis sistem bagi hasil komisi, atau bagaimana? Ketika salah sikap di awal membangun, berakibat tidak bertahan lama hanya karena sedikit permasalahan dalam persaingan.

  1. Melakukan Penggalangan Dana Kepada Para Investor

Cara sederhana dalam melakukan presentasi untuk para investor adalah menjelaskan penjabaran tentang “dasar pemikiran” bisnis yaitu tentang misi sebuah bisnis atas latar belakang masalah dengan menghadirkan solusi yang jelas di tengah-tengah persaingan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Ketika sudah menjelaskan penjabaran atas dasar pemikiran, maka bisa menunjukkan pembahasan bagaimana sistem bisa bekerja maksimal sesuai dasar pemikirannya.


BAB III

PENUTUP

 

KESIMPULAN

E-marketplace adalah kemajuan teknologi sebagai wadah untuk melakukan jual beli antara penjual dan pembeli. E-marketplace mempunyai banyak manfaat dalam bisnis perdagangan baik barang maupun jasa. Namun tentunya juga memiliki banyak kelebihan dan kekurangan. Untuk mampu membangun startup dalam bidang jasa e-marketplace diperlukan beberapa trik khusu agara tidak mudah tersaingi dengan yang lain.

 

 

SARAN

Perlu dilakukan pemahaman dan pembelajaran lebih lanjut mengenai e-marketplace. Juga diperlukan beberapa proses analisis mendalam ketika akan memulai bisnis dengan marketplace.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

APJII, maret 2015, Profil Pengguna Internet Indonesia 2014, Jakarta: APJII

http://teknonisme.com/inilah-perbedaan-online-shop-e-commerce-dan-marketplace-yang-perlu-kamu-ketahui/ diakses pada 10 mei 2016 pukul 19.00 WIB

https://www.maxmanroe.com/kelebihan-dan-kekurangan-marketplace-bagi-penjual-online.html diakses pada 10 mei 2016 pukul 20.00 WIB

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s